Monday, March 16, 2015

Tulisan Tak Berjudul

Ucapan selamat malam mungkin sudah biasa, sapaan segala suasana-pun mungkin sudah kadaluarsa, memang, awal perjumpaan sangatlah terasa, bahkan hingga akhir hayat hati ini berharap akan terus bersama, kepada siapapun yang merasa, aku tau memang ada jumpa dan ada pisah cerita, tapi ketahuilah, kepada jiwa jiwa yang biasa merasa, tidak perlu menerka, aku tau Tuhan akan selalu menjaga cerita kita sampai akhir tiba.

Malam ini, saya tidak tau apa yang ingin saya lakukan. Tugas ada, hanya nafsu untuk mengerjakannya yang tidak ada. Bahkan melihat note tentang tugas-pun saya tidak bergairah sama sekali. Ya, saya cuma tidak mau memikirkannya sejenak saja. Biarlah nanti the power of kepepet yang membantu saya. Saya hanya tak ingin lupa bahagia saja.

Nah, mungkin ini yang menjadi renungan saya akhir-akhir ini. Saya banyak berfikir kalo sebenernya siklus manusia itu memang memang  dan memang benar-benar sederhana. Kita hidup di dunia ini tidaklah banyak tuntutan. Coba pikirkan kutipan ini, "Hidup ini sangat sederhana, yang hebat hanya tafsirannya saja". Kutipan ini saya dapat dari teman dekat saya, emet. 

Disini saya hanya berargumen dan beropini sesuai kapasitas otak saya. Jadi, menurut saya kalau memang untuk melangsungkan hidup itu butuh kesederhanaan. Kesederhanaan yang bagaimana? begini. Untuk merubah mindset itu sulit, jadi saya coba jelaskan sederhana saja, biar kalian yang memikirkan kelanjutannya.

Ada dua pokok konsep yang ingin saya jelaskan disini, yaitu Bahagia dan Cukup. Dua konsep ini sangat berkaitan erat menurut saya. Coba pikirkan, betapa susah payahnya kita mencoba untuk bertahan hidup, kesulitan selalu datang disetiap usaha dan kegiatan kita. Keluhan pasti jadi sedikit celotehan kita. Contoh kecil saja ketika mengerjakan tugas dari atasan, dari dosen atau dari guru. Kesulitan sedikit saja yang kita hadapi pusingnya bukan main. Otak dan pikiran kita mulai memikirkan hal yang tidak-tidak, seperti dimarahi, dipecat, mendapat cemoohan, mendapat nilai jelek dan sebagainya. Mungkin disitu kita kurang tenang. Iya, cukup dengan ketenangan. Untuk dapat berfikir dan bekerja tenang, yang harus kita ingat adalah konsep Kebahagiaan. Kita, apapun keadaan kita, sesulit apapun kondisi kita, jangan lupa bahagia. Caranya? selipkan senyum disetiap kesulitan, selipkan tawa disetiap kesusahan. Karna dalam senyum dan tawa itu tersimpan energi positif yang luar biasa. cobain deh :))

Setelah menguasai konsep bahagia, yang harus kita kuasai selanjutnya adalah konsep cukup. Cobalah pikirkan untuk selalu merasa cukup. Konsep cukup ini bisa dikatakan sama dengan konsep syukur. Cobalah bersyukur dengan segala keadaan kita. cobalah merasa cukup dengan segala kebutuhan kita. Gimana caranya bisa menguasai konsep cukup ini? Simple, coba keluar rumah, jangan bawa gadget, main-main ke pasar, perhatikan aktifitas disana, coba main-main ke simpang jalanan, perhatikan aktifitas disana, atau yang lebih bagus cobalah traveling ke pelosok daerahmu, cermati aktifitas penduduk disana. Lihat cara mereka hidup, cara mereka kerja mencari makan, lihat segalanya yang bisa dilihat. Cermati dan teliti kemudian renungi, bandingkan dengan kehidupan kita. Bukankah kita lebih memiliki dari mereka? :)

Nah, jika kita sudah bisa berbahagia dalam keadaan sulit, kemudian selalu merasa cukup dalam setiap kebutuhan kita. Apalagi yang kita butuhkan? Pikirkan, jika kalian sudah menguasai dua konsep pokok itu, tak akan terpikir untuk memiliki harta, tak akan terpikir untuk menjadi penguasa, tak akan terpikir ambisi besar yang membutakan. Cukup, cukup, cukup, dan jangan lupa bahagia. hanya itu saja :)

"Hiduplah dengan sederhana, merasa cukuplah dengan segala kebutuhan, tersenyumlah dalam setiap kesulitan. Ingat, jangan lupa bahagia dan jadilah orang yang kaya jiwa"-imam ahmad-

Ya, saya tidak bisa bahas panjang dua konsep diatas, kemampuan saya bercerita dengan tulisan sangatlah terbatas. Jika kalian ingin mengetahui lebih panjang, mungkin nanti kita bisa ngobrol santai untuk membahas ini sambil ngopi atau ngeteh ceria bersama :)

Oh iya, sekedar info saja, ketika menulis ini, playlist music saya sedang memutar lagu dari kitaro. Kitaro ini adalah seorang maestro musik dari jepang, musiknya sudah banyak digunakan diberbagai ajang di dunia. Musiknya terkenal menyentuh dan menyayat hati. Saya suka kitaro dari kecil, bahkan dari kitaro inilah saya mulai menyukai musik instrument. Lagu-lagunya cocok untuk menjadi lagu pengantar renungan kita. Sangat meneduhkan dan nyaman.

Akhir kata, silahkan menyimak musik favorit saya ini. Judulnya saya tidak tau, yang jelas ini lagu yang paling saya sukai dari lagunya kitaro. saya taruh di soundcloud. Enjoy =))
READ MORE - Tulisan Tak Berjudul

Sunday, March 1, 2015

Terimakasih Atas Otak Untuk Berfikir Ini, Tuhan.

Penghujung februari 2015 sudah terlewat, dan kini menginjak awal maret 2015. Saya hampir bersiap memasuki masa kuliah semester 6, masa yang katanya banyak terjadi kebosanan dan kemalasan dalam kuliah karena merasa senior dan mulai merasa menemukan hal yang lebih keren dari pada di bangku kuliah. Ini hanya intro, sekarang kita masuk ke inti cerita.

Seperti yang saya suka, hujan di malam hari yang dingin dan sepi. Layaknya pemeluk kegelisahan hati dan pikiran yang tak kunjung usai. Malam ini, suasana itu datang lagi, suasana yang sudah lama menjangkit otak dan pikiran saya. Maka dari itu, lahirlah tulisan ini. 

Seperti sewajarnya dan tak perlu untuk diperdebatkan, manusia hidup tentu penuh permasalahan di dalamnya. Namun datangnya masalah akan dibarengi dengan datangnya hidayah. Mengapa bisa begitu? seperti ini juga, adanya keindahan akan dibarengi dengan adanya ketidak-indahan, adanya kebahagiaan akan dibarengai dengan adanya kesedihan. Mungkin sudah banyak yang menyadari hal ini, namun tak sedikit pula yang tidak memahaminya. Sadarlah, kita punya otak. Kelebihan kita dibanding makhluk ciptaan tuhan lainnya adalah kita memiliki otak untuk berfikir, jadi malam ini saya akan mengajak anda untuk sedikit berfikir.

Sebagai seorang muslim, saya mempercayai kitab suci Al-Qur'an sebagai firman Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW sebagai pedoman hidup. Namun disini saya tidak membicarakan tentang Al-Qur'an, saya hanya mengutip beberapa firman Allah yang ada dalam Al-Qur'an. Perhatikan surat Al Mu'min [40.54] yang artinya "Untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berpikir". Disini saya cuma ingin menggaris bawahi kata-kata terakhir, yakni "bagi orang-orang yang berpikir". Oke, mari sejenak kita berpikir.

Dari sekian banyak kata yang ada, Tuhan menyinggung umatnya dengan kata "berfikir". Disini saya coba memahami maksudnya dan tiba pada kesimpulan bahwa memang segala sesuatu yang ada di dunia ini jika dilihat sekilas hanya biasa saja, terasa standar. Namun jika dilihat dari banyak sudut pandang barulah terlihat kilaunya. Saya sempat chatting dengan sahabat dekat saya 'emet' dan entah mengapa dia mencoba menyinggung tentang sebuah kalimat "Ketidak-indahan adalah keindahan yang paling kecil". Saya harus memeras otak untuk memahami makna kalimat teman saya itu. Memang dia sering berbicara yang hanya segelintir orang saja yang mengerti. Tapi itu yang suka dari dia. Dan tibalah saya pada kesimpulan tentang kalimat itu, begini :

Definisi umum keindahan bagi rata-rata orang adalah suatu hal yang mengundang decak kagum, suatu hal yang membuat tersanjung dan terpesona. Contohnya adalah melihat pemandangan alam, melihat wanita cantik atau pria tampan dll. Keindahan juga tak jarang didefinisikan sesuatu yang membuat hati senang dan bahagia seperti keindahan ketika berkumpul bersama keluarga dan teman. Sedangkan definisi ketidakindahan adalah kebalikan dari keindahan, hal yang tak enak dipandang mata, hal yang tak enak dirasakan, hal yang tak enak difikirikan bahkan terlalu malas untuk menafsirkannya. Sekarang lihat kedua gambar dibawah ini :

 sumber : google Image

sumber : google Image

Sekarang lihat gambar raisa di atas, cantik, indah, ciptaan tuhan yang hampir sempurna, banyak lelaki menyukainya dan wanita yang mengaguminya. Raisa itu definisi keindahan. jelas. Kemudian perhatikan gambar yang di bawahnya, foto yang sempat tenar beberapa tahun yang lalu, foto ini di ambil disebuah negara di afrika yang mengalami masalah kelaparan. Seorang anak kurus tertunduk bahkan hanya diam, mungkin sudah mati dilihat dari adanya burung bangkai di belakangnya. anak itu adalah definisi ketidak-indahan karena miris hati melihatnya, sedih menatapnya bahkan tak jarang jijik untuk sekedar memandang lama gambar anak bernasib malang tersebut.

Lalu, korelasi dari kalimat teman saya "Ketidak-indahan adalah keindahan yang paling kecil" dengan kedua gambar itu dimana??? Pikirkan. Pikirkan. Pikirkan dengan baik, sobat. Disini saya tidak ingin membandingkan raisa dengan anak yang kelaparan. Tetapi mengarahkan kalian untuk mencoba berfikir bahwa gambar anak itu sebenarnya adalah maksud dari 'keindahan terkecil yang tuhan ciptakan'. Kenapa bisa?

Begini, pernahkah kalian memikirkan arti kata bersyukur? cobalah berterimakasi pada Tuhan Yang Maha Memiliki. Bersyukurlah pada-Nya karena kita masih diberi kehidupan yang sangat-sangat layak. Sekarang saya coba mengajak kalian membandingkan kehidupan kalian dengan beberapa orang yang memiliki definisi tidak indah. Betapa kita sangat berkecukupan (ini asumsi saya karena jika kalian baca ini, kalian adalah orang yang memiliki laptop dan gadget canggih). Kita sungguh beruntung memiliki kehidupan yang layak bila dibandingkan dengan saudara kita yang memiliki nasib tidak baik. Bandingkan kita yang masih bisa makan sehari 3 kali atau sehari dua kali dengan mereka yang syukur-syukur bisa makan sekali seminggu. Jika sudah kalian bandingkan sekarang fikirkan ini "Tuhan menciptakan mereka yang bernasib tidak baik untuk orang-orang yang bernasib baik". baca dan pikirkan maknanya.

Kesimpulan saya adalah, foto anak kelaparan itu adalah keindahan kecil yang Tuhan ciptakan bagi kita, bagi orang-orang yang berfikir. Indah sekali cara Tuhan menegur kita yang bahkan untuk mengucap syukur sekali seharipun tak mampu. Indah sekali cara Tuhan memperlakukan kita yang serba ada ini. Indah sekali cara Tuhan menghidupi kita, tidak seperti mereka yang bernasib tidak baik. Anak itu bukan korban, namun berupa teguran dari Tuhan. Teguran untuk kita fikirkan. Indah sekali gambar anak kecil yang mungkin sudah mati itu. Indah sekali sehingga saya sadar kalau saya ternyata masih memiliki nasib yang lebih baik dari dia. Bersyukurlah sobat.

Jadi, intinya disini untuk melihat sesuatu jangan hanya dari satu sudut pandang saja. Kita memiliki otak yang mampu mengolah sesuatu dari ribuan sudut pandang. jika itu kalian lakukan, maka kita akan datang pada suatu kesimpulan yang tak pernah kita pikirkan sebelumnya. Semoga postingan kali ini dapat bermanfaat. Dan dipostingan selanjutnya saya akan membahas sesuatu yang merupakan sambungan dari postingan ini. Postingan tersebut nantinya akan menyinggung kalimat ini, kalimat yang saya ciptakan sendiri.
"Jika kita berbicara tentang kebahagiaan, kita juga harus berbicara tentang kesedihan". Saya akan berbicara tentang dua mata koin yang berbeda. Sampai jumpa :)
READ MORE - Terimakasih Atas Otak Untuk Berfikir Ini, Tuhan.

Tuesday, January 27, 2015

38 jam perjalanan

Izinkan saya memulainya dengan kalimat "Jangan katakan padaku bagaimana pendidikanmu, katakan padaku seberapa banyak kamu telah melakukan perjalanan - Nabi Muhammad SAW".
 
Saya rasa malam ini malam yang tepat untuk menulis postingan kali ini, kenapa? karena ini malam rabu dan saya baru selesai makan malam. sangat sempurna.

Yak, kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya kemarin berkunjung ke sebuah wilayah di jawa timur, Taman Nasional Baluran dan Kawah Ijen di Banyuwang. Mungkin dua tempat itu sudah sangat familiar di telinga sebagian orang apalagi bagi para pecandu perjalanan dan keindahan alam.

Menurut saya, 'lebih baik telat dari pada tidak sama sekali' itu ada benarnya. Soalnya saya merasa telat untuk tahu dua tempat itu, saya sering mendengar ceritanya saja, melihat foto-fotonya saja di twitter atau instagram. Tapi itu tidak menurunkan niat saya untuk ada di tempat itu dan menyaksikan sendiri pesona alam yang ada disana. Dari pada tidak sama sekali, bukan?

Dimulai dari jadwal kuliah yang padat hingga UAS tiba, nyaris saya tidak memiliki waktu untuk sekedar bersentuhan langsung dengan jalan setapak padang savana atau persenggolan langsung dengan tumbuhan liar di hutan. Tapi ahirnya semua terbayar dengan perjalanan saya mengunjungi dua tempat itu. 

Hari kamis(22/01/15), jadwal terahir UAS. Sebelum semua beban di semester 5 ini lepas, saya setengah bahagia karena ajakan teman saya untuk mengadakan travel panjang mengunjungi tempat paling timur di pulau jawa, banyuwangi. Tanpa pikir panjang saya langsung mengiyakan setelah dia sedikit memaparkan beberapa planning dalam tripnya. Fix, kita akan berangkat pada hari sabtu (24/01/15), menggunakan dua buah motor, hanya oleh 4 orang saja. Rute kita, Kota Malang - Banyuwangi.

Seumur hidup saya tidak pernah membawa motor sendiri untuk perjalanan jauh, dan jarak Malang-Banyuwangi sekitar 282 km. Itu sudah cukup syarat untuk mendirikan sholat jama'. berarti perjalanan saya sudah termasuk perjalanan jauh. Tapi ini kesempatan besar yang ga boleh terlewat, kapan lagi bisa bawa motor jauh-jauh :))

Hari sabtu tiba, kita mulai perjalanan pukul setengah 4 subuh. Setelah mengisi bahan bakar di pom bensin terdekat, kita langsung melesat cepat meninggalkan dinginnya kota malang yang sudah mulai sibuk dengan aktifitas pagi. Sampai di probolinggo, ban motor teman saya pecah.

Memang selalu ada kejutan ditiap perjalanan, karena itulah daya tarik sesungguhnya. Pukul setengah 6 pagi, setelah bertanya, akhirnya kita menemukan sebuat tempat tambal ban yang sebenarnya belum buka jika kita tidak datang. Yang menarik adalah, ketika menunggu ban ditambal, kami kedatangan tamu yang sangat baik. saya lupa nama bapak itu, namun dia sangat cepat akrab, dia bercerita tentang masa mudanya yang penuh dengan perantauan, dia pernah bekerja di kalimantan, sulawesi bahkan malaysia sebagai tenaga kerja indonesia. Dia banyak menguasai bahasa, dan dia bercerita menggunakan campuran bahasa daerah dari kalimantan, sulawesi, madura, jawa. Otak saya hanya mampu menerjemahkan 20% dari ceritanya karena bahasa bicaranya yang sangat 'semrawut'. Tapi disini saya belajar satu hal, oleh bapak itu kami berempat diberikan sarapan pagi dan kopi, semuanya gratis. Saya heran, kok bisa ada orang seperti ini? Tapi pertanyaan saya terjawab langsung dari perkataan bapak itu, "Saya dulu hidup susah, dan pergi merantau keluar jawa nak, saya pernah ke Kalimantan. Saya diberi kebaikan disana, saya diberi pekerjaan oleh orang sana, dan saya rasa saya harus membalasnya dengan memberi kebaikan pada orang lain juga sebagaimana saya diberi kebaikan dahulu ketika saya merantau". Dia sangat senang membantu para perantau seperti saya dan teman-teman. Ya, bapak itu tau kami berempat adalah perantau karena sebelumnya kami sempat diinterview nama, dari mana dan daerah asal.

Jam menunjukkan pukul 6, kami lanjut perjalanan. Matahari pagi perlahan naik ketika motor yang kami kendarai mulai membelah jalur pantura (pantai utara). Kami berhasil melewati ponorogo, kemudian besuki, paiton, hingga masuk ke situbondo ketika hari sudah mulai panas karena jam menunjukkan pukul setengah 10. Kita lanjut perjalanan hingga akhirnya pukul 11 kami tiba disebuah kawasan yang orang orang juga menyebutnya Afrika van Java. Itulah Taman Nasional Baluran.

Kami mulai masuk gapura taman nasional, kemudian membayar tiket masuk, satu orang dikenai biaya 15.000. Kemudian dari tempat pembelian tiket kami harus lanjut lagi mengendarai motor sekitar 45 memasuki kawasan taman nasional untuk sampai ke Bekol.


  
Bekol itu sebuah padang rumput yang sangat luas, ada beberapa pohon yang saya tidak tau namanya berdiri sendiri, menambah indah pemandangan.  

Selepas dari bekol, kita menuju bama, sebuah pantai yang indah. ada banyak monyet disana, kita juga bisa melihat penangkaran burung, tapi saya tidak sempat berlama disana karena harus melanjutkan perjalanan. Pukul 12, setelah sholat zuhur di musholla, kita meninggalkan Taman Nasional Baluran dan langsung menuju ke destinasi utama kita, Kawah Ijen.

Perjalanan terhenti karena rasa lapar, dan kita mampir membeli makanan di sebuah lesehan di pinggir jalan. Sembari mengisi perut dan melepas lelah saya dan teman-teman berbaring ria di lantai lesehan yang waktu itu hanya kami saja pengunjungnya, ditambahi hujan yang turun menambah rasa manja kita berguling-guling di lantai lesehan. Akhirnya makan selesai, kita mampir ke pom bensin untuk mengisi bahan bakar dan sholat ashar.

Selepas sholat ashar kita lanjut perjalanan lagi, hingga akhirnya kita sampai di kawah ijen. Medan yang kita tempuh lumayan asik, karena masuk hutan dan melewati jalan yang berkelok tajam dan tanjakan curam, kalo kalian pernah ke bromo, tidak jauh beda medan yang dilalui ketika ke kawah ijen dengan ke penanjakan bromo. cuma yang di kawah ijen, jalanannya lebih mulus.

Magrib ketika kami mulai memarkir motor, dan mencari tempat beristirahat untuk mengisi perut yang lapar. Satu warung makan kami datangi untuk beristirahat, makan kemudian tidur sebentar walaupun tidak nyenyak karena suara berisik pengunjung lain disertai dingin yang sangat menusuk tulang. Rencana kita akan mulai pendakian pukul 12 karena kita akan melihat blue fire (api biru). pukul 12 tiba, kami mulai siap2 dan berangkat mendaki, ramai sekali waktu itu karena malam minggu mungkin. Pembayaran tiket 3.500 untuk satu orang + 4000 untuk satu motor, jadi dua orang satu motor = 11.000.

Sekitar satu jam mendaki, akhirnya kami sampai di kawah ijen, dan seperti khasnya, bau belerang mulai menyengat disana sini. Dari atas terlihat blue fire yang kami cari, letaknya di dasar kawah. Kami harus turun lagi untuk melihatnya lebih dekat, dan ternyata jalur turunnya sangat curam, berabatu dan licin serta kita harus mengantri untuk dapat turun kebawah karena jalur yang dilewati sangat ramai oleh pengunjung lain. Hingga akhirnya saya lebih dekat dengan blue fire, waktu melihat blue fire memang pada malam hari karena kalo siang hari tidak akan kelihatan. Ah, saya ingat.

Ketika saya lebih dekat dengan blue fire, suasana sekitar ramai, namun gelap, yang terlihat hanya lampu senter dari para pengunjung. Saya merasa tidak enak ketika mulai menghirup bau belerang yang makin menyengat, tiap detik terlewat makin menyengat bau belerang itu hingga pandanganpun mulai terganggu karena ternyata asap kawahnya makin tebal. Karena tak tahan, saya buru-buru naik ke atas lagi agar terhindar dari asap kawah. Namun tak mudah cepat naik ke atas, selain jalurnya curam, ramainya pengunjung semakin memperlambat gerakan saya. Saya mulai batuk-batuk, tenggorokan terasa gata, masker yang saya gunakan pun tak mempan menahan bau asap belerang. Nafas dan detak jantung saya mulai tak beraturan, diiringi dengan tenaga saya yang hampir habis karena bergegas menuju ke atas. Saya merasa hampir pingsan, tapi di otak saya terpikir "gila apa dateng jauh2 untuk mati disini, ah naik aja ntar juga nyampe". sugesti itu seperti penolong, ketika saya akhirnya sampai diatas jauh meninggalkan dasar kawah sumber asap itu.

Saya mulai atur nafas, badan sudah agak membaik, angin semakin menyengat tubuh saya, saya mulai menggigil kedinginan. waktu itu masih pukul setengah 4 subuh. Karena lelah dan juga sambil menunggu matahari terbit, kami berempat beristirahat di lereng gunung, disana ada banyak tempat semacam aliran air, kami masuk kesana untuk berlindung dari angin. Dan kamipun tertidur.

Pukul 6, kami bangun, dan mulai melihat pemandangan pagi dari atas gunung, dan satu yang terucap, Subhanallah indah sekali !



Ah pengalaman yang asik, hampir mati, kemudian disuguhkan pemandangan yang sangat indah. Kapan kapan kesini lagi ah, sama kamu neng~

Akhirnya kamipun turun menuju tempat parkir motor, dan berangkat pulang. Dari Kawah Ijen, kami melewati bondowoso, kemudian probolinggo, hingga sampai di kota malang ketika azan magrib terdengar.

Perjalanan panjang yang cukup membuat badan pegel-pegel karena harus memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi selama berjam-jam. Tubuh saya yang belum terbiasa akan hal itu merasa sangat capek. Yah namanya juga pengalaman pertama, ngeri ngeri sedap lah.

Sebenernya ada banyak cerita saya tentang perjalanan ini, tapi kalo ditulis semua, mungkin ga cukup untuk satu postingan, intinya saya dapat beberapa pelajaran dari perjalanan istimewa ini. Next time harus lebih jauh jalan-jalannya hahahahha

Akhir kata, izinkan saya menyampaikan quote yang saya buat sendiri "Berjalan-jalanlah agar kamu tahu harga es teh di daerahmu dan daerah orang lain". see you next post and keep traveling !
READ MORE - 38 jam perjalanan